• Riaputra Metalindo

Ini dia Penyebab Kenaikan Harga Besi!

"Terlanjur beli banyak, eh harga turun!" "Kemarin gak jadi beli, sekarang harga besi melonjak naik. Mana supplynya tipis di pasaran."

Sumber : Google Picture


Bapak pernah punya pengalaman seperti di atas?


Permintaan dan stok besi di tahun 2021 ini memang UNPREDICTABLE alias tidak bisa diprediksi. Akibatnya, harga besi hampir tidak pernah stabil, justru cenderung naik terus hingga akhir November 2021 ini.


Kalau secara logika berdagang pada umumnya, ketika permintaan akan sebuah produk terlalu tinggi sementara stoknya di pasaran terbatas, produsen harus menyesuaikan harga produknya (yang artinya akan cenderung naik). Alasannya, pabrik tentu harus ekstra waktu dan tenaga untuk mempersiapkan supply lebih banyak untuk memenuhi permintaan tersebut.

Sebaliknya, ketika stok di pasar berlimpah tapi permintaan sedang sepi, pedagang akan berinisiatif untuk mengoreksi harga (menurunkan harga) supaya modal mereka tidak tertahan lebih lama di produk tersebut.


Artinya, untuk membuat harga sebuah produk stabil, permintaan dengan stok barang harus seimbang. Faktanya tahun ini harga besi naik dengan agresifnya.

RPM pun melihat kondisi kenaikan harga besi di tahun 2021 ini terjadi bukan hanya di tanah air saja, tapi kenaikan harga besi sudah menjadi isu dunia.


Berdasarkan hasil riset Deloitte harga besi memang mengalami kenaikan meskipun pandemi telah melanda dunia. Bahkan Deloitte sudah memprediksi kebutuhan pasar akan terus meningkat di tahun 2022 jika distribusi vaksin sudah bisa diselesaikan pemerintah.

Data dan prediksi permintaan besi dalam 5 tahun terakhir.

Sumber : deloitte.com


Lalu, apa yang menyebabkan permintan besi ini?


Berdasarkan analisa kami, meningkatnya permintaan besi ini didukung oleh keinginan sejumlah negara untuk segera melanjutkan proyek infrastruktur yang sempat tertunda karena COVID-19 yang tiba-tiba menyerang di 2019 lalu.

Contohnya, Cina dan Amerika Serikat, dua negara dengan ekonomi terbesar ini memang sedang menggenjot proyek infrastrukturnya untuk pemulihan ekonomi dampak pandemi.


Di sisi lain, Indonesia pun melakukan hal yang sama. Jika Bapak sadari, beberapa kali pemerintah melakukan pembatasan sosial atau kegiatan masyarakat untuk berbagai sektor perkantoran, industri pembangunan adalah salah satu sektor yang masih diizinkan berjalan di samping sektor kesehatan.


Salah satu contohnya adalah proyek pembangunan bandara Kediri yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang dituliskan dalam artikel Kementrian Keuangan.


Semua negara memang sedang berlomba menyelesaikan proyek infrastruktur untuk perbaikan ekonomi, akibatnya permintaan besi pun masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.


Namun kondisi ini sebenarnya adalah keadaan yang bisa menguntungkan Bapak pebisnis besi karena biasanya momen ini memang menjadi ajang mencari keuntungan sebesar-besarnya oleh pedagang. Tapi, Bapak butuh prediksi harga yang TEPAT dan UPDATE, supaya Bapak tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan stok atau menjual besi di gudang serta update harga dan tren besi di pasaran.


Berikut trik yang biasa RPM gunakan untuk melakukan prediksi harga :

  • Lakukan analisa (teknikal dan fundamental) harga besi dan komoditas lainnya


Hasil analisa teknikal Iron Ore per Desember 2021

Sumber : Investing.com


  • Cari informasi sebanyak-banyaknya dari koneksi Bapak di lapangan

  • Kumpulkan dan analisa data penjualan per tahunnya

  • Punya rekanan yang JUJUR dan TERBUKA dengan pergerakan harga bahan baku

Bagaimana menurut Bapak? Cukup ribet ya?


Daripada Bapak buang waktu untuk mencari dan menganalisa, Bapak tinggal berteman saja dengan PT. Riaputra Metalindo : bisnisnya kepala keluarga Indonesia.

Bapak bisa langsung follow kami di Instagram @riaputrametalindo atau hubungi kami melalui WA : https://wa.me/6282131161505 karena kami suka memberikan informasi seputar bisnis besi secara GRATIS!!





182 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua